Be Smart! Ini 5 Jawaban Buat yang Masih Percaya Mitos Kartu Kredit

by Hardian 498 views0

Be Smart! Ini 5 Jawaban Buat yang Masih Percaya Mitos Kartu Kredit

Kartu kredit banyak diburu, tapi masih juga dianggap tabu. Mungkin orang yang mengganggap tabu punya kartu kredit masih percaya mitos yang melingkupinya.

Gak bisa dimungkiri memang banyak masalah yang berkaitan dengan kartu kredit. Di antaranya, yang paling sering diributkan, adalah utang yang menggunung.

Padahal jurang utang bisa tercipta dari mana pun, bukan hanya kartu kredit. Selain itu, perkara utang sebetulnya lebih lekat dengan karakter individu si pengutang.

Seseorang yang punya tanggung jawab dan disiplin keuangan bakal aman dari jerat utang meski ambil kredit pemilikan rumah (KPR) ratusan juta rupiah. Namun, buat orang yang sering ceroboh, utang Rp 1 juta saja bisa berkembang jadi puluhan juta.

Makanya, jangan percaya begitu saja deh pada mitos kartu kredit. Ini 5 jawaban buat yang masih percaya mitos kartu kredit:

1. Kartu kredit suka ngejebak

Kartu kredit punya aturan. Jika teliti, pasti baik-baik saja. Misalnya, bunga kartu kredit dibilang beranak-pinak.

Memang bunga kartu kredit dihitung berdasarkan jumlah tagihan yang belum terbayar. Kalau nunda-nunda bayar tagihan terus, ya wajar kalo bunga mencekik.

mitor kartu kredit
Masa iya sih bisa dijebak sama kartu kredit (kartu kredit/go banking rates)

Begitu juga kalau terus bayar minimum tagihan tiap bulan. Tanpa sadar, kita sedang gali kuburan sendiri. Bila berhalangan bayar penuh tagihan dalam sebulan, pada bulan berikutnya langsung lunasi bila gak mau tagihan membengkak.

2. Kartu kredit bikin impulsif

Impulsif bukan soal kartunya, melainkan orangnya. Memang banyak promo-promo kartu kredit, tapi harus dilihat kebutuhan kita. Kalau menuruti keinginan, gak akan ada habisnya.

Tiap kali ada program yang ditawarkan oleh kartu kredit milik kita, tengok dulu rencana keuangan. Apa masih aman kalau kita belanja barang tersebut?

mitos kartu kredi
Yang impulsif itu orangnya lho bukan kartu kreditnya (diskon/solopos)

Bila gak punya rencana keuangan, ini lebih berbahaya. Sebaiknya setiap pemilik kartu kredit punya rencana keuangan agar pengeluaran terjaga.

3. Kartu kredit adalah kartu utang

Mitos ini pun keliru. Kartu kredit adalah alat transaksi. Fungsinya sama saja kayak kartu debit. Pada sering bayar sesuatu pakai kartu ATM, kan?

Buat bayar tiket pesawat, misalnya. Kita bisa pakai kartu debit maupun kredit. Dengan kartu kredit tertentu, misalnya dari Standard Chartered, kita malah bisa beroleh manfaat lebih untuk travel.

Bedanya adalah kita wajib membayar di kemudian hari jika pakai kartu kredit, gak langsung diambil dari rekening. Makanya kartu ini eksklusif buat yang punya tanggung jawab.

4. Susah bikin kartu kredit

Dilihat dulu syarat kartu kredit yang diincar. Tiap kartu kredit punya syarat yang harus dipenuhi, misalnya soal minimal gaji.

Kalau gaji Rp 5 juta tapi syarat kartu kredit minimal penghasilan Rp 10 juta, sampai Lebaran kuda gak bakal dapet deh itu kartu. Ada kartu kredit yang syaratnya mudah, kok, misalnya dari Bank Mega.

Penghasilan cuma Rp 3 juta bisa tembus kartu ini. Coba cek deh syarat tiap kartu kredit untuk menemukan yang paling ringan.

5. Bikin kartu kredit harus punya pekerjaan tetap

Gak juga. Pekerja freelance pun bisa. Namun umumnya bank meminta syarat ada rekening di bank tersebut dengan nominal tertentu.

Tinggal hubungi bank tempat kita menabung untuk menanyakan soal bisa-tidaknya memiliki kartu kredit dari mereka bila kita bukan pekerja tetap. Bisa juga cari-cari di situs perbandingan produk keuangan untuk apply online. Sekarang apply kartu kredit gak selalu harus datang ke bank kok.

mitos kartu kredit
Zaman sekarang siapapun bisa punya kartu kredit (freelance/Okezone)

Mitos kartu kredit bisa membuat orang menjauh dari alat transaksi yang sangat bermanfaat ini. Padahal di balik mitos yang mengelilinginya, kartu kredit justru bisa bikin keuangan lebih sehat lho.

Misalnya untuk rutin membayar tagihan tiap bulan. Banyak kartu kredit yang bisa diregistrasi ke sistem pembayaran rutin bulanan, misalnya telepon, air, listrik, dan Internet.

Dengan registrasi itu, kita gak perlu takut telat bayar dan kena denda. Otomatis tagihan terbayar menjelang jatuh tempo.

Namun jangan lupa, tagihan dari kartu kreditnya sendiri juga harus kita lunasi. Gak ada gunanya bayar biaya rutin tiap bulan tapi tagihan kartu kredit gak pernah dibayar.

Jadi, masih percaya mitos-mitos kartu kredit?

 

CTA Mega Kartu Kredit Pertama

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Punya Kartu Kredit Bisa Membuat Kondisi Keuangan Sehat Loh, Gak Percaya?]

[Baca: Pengajuan Aplikasi Kartu Kredit Online Itu Sebenarnya Aman Ga Sih? Ngeceknya Gimana?]

[Baca: Di Era Digital, Punya Kartu Kredit Bisa Makin Untung. Ini Buktinya]

[Baca: Infografis Plus-Minus Memiliki Kartu Kredit]

 

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com