Bingung Sewa Rumah atau Nyicil KPR? Baca 5 Tips Ini Biar Gak Galau

by Miko 1.095 views0

untuk jam 4 blog

Kalau ada yang nanya pilih tinggal di rumah mertua atau sewa rumah, sebagian besar pasangan suami istri mungkin akan memilih sewa rumah.

Masalahnya, sampai kapan pasangan suami istri terus ngontrak rumah? Apa gak mau nyoba beli rumah sendiri dengan cara mencicil lewat kredit pemilikan rumah (KPR)?

Nah, daripada galau melulu, coba cek lima poin di bawah ini. Siapa tahu bisa bantu kamu mengambil keputusan yang paling tepat.

1. Hitung pendapatan suami dan istri

sewa rumah
Kalau udah ada duit, kan bisa buat nyicil rumah (capitalfm)

Sewa rumah adalah hal lumrah bagi pasangan suami istri. Terutama bagi mereka yang belum mampu beli rumah sendiri. Tapi ada baiknya kita memiliki rumah sendiri walaupun dengan cara mencicil.

Pasangan suami istri yang berencana membeli rumah dengan mencicil harus menghitung dulu pendapatan keduanya. Ini untuk memudahkan persiapan pembelian rumah.

Katakanlah kamu dan pasangan bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Pendapatan tiap bulan masing-masing Rp 5 juta. Dengan demikian pendapatan kamu dan pasangan Rp 10 juta per bulan.

[Baca: Buat Para Istri, Yuk Bantu Suami Menyiapkan Dana Pensiun Lewat 5 Cara Ini]

Dari pendapatan Rp 10 juta tersebut, pengeluaran bulanan keduanya mencapai Rp 7 juta. Maka ada sisa Rp 3 juta dari biaya kebutuhan kamu dan pasangan. Sisa uang tersebut terhitung aman untuk biaya cicilan rumah.

2. Bandingkan harga pengeluaran sewa rumah dan cicil rumah

Coba deh bandingkan biaya sewa dan biaya cicilan rumah. Pasti nilainya gak terlalu jauh kok. Atau bahkan sama.

Kamu dan pasangan misalnya, setiap bulan ngeluarin duit Rp 2 juta buat ngontrak rumah petakan di Jakarta. Itupun rumah yang disewa ukurannya sempit sekali. Bandingkan jika kamu dan pasangan memilih mencicil rumah sendiri.

Jika biaya sewa dan cicilan rumah sama besarnya, mendingan pilih cicil rumah aja. Toh, rumah yang dicicil akan jadi hak milik. Selain itu, rumah yang dicicil bisa direnovasi sesuai keinginan.

Berbeda dengan sewa rumah. Sampai kapanpun rumah gak akan jadi milik kita. Selain itu, harga sewanya berpotensi terus naik. Dan kita pun gak bisa renovasi dong. Lha iya, wong rumah punya orang kok.

3. Survey harga, lokasi, dan hitung cicilan KPR

sewa rumah
Survey rumah yang lokasinya strategis dan harganya terjangkau ya (lucnarproperties)

Bagi pasangan suami istri, menyewa rumah sih boleh aja. Tapi jangan kelamaan. Apalagi sampai puluhan tahun. Maka, segeralah memutuskan untuk nyicil rumah.

Kalau udah niat bulat nyicil rumah, waktunya buat survey harga, lokasi, dan jenis rumah yang dicari. Jangan lupa hitung berapa cicilannya.

[Baca: Uang Muka Rumah Dicicil, Eh Memangnya Bisa Ya?]

Harga rumah Rp 300 jutaan sekarang masih tersedia kok di beberapa daerah pinggiran Jakarta. Kalau udah nemu lokasi dan harga yang cocok, kamu bisa siapin buat biaya cicilan per bulannya berapa.

4. Mulai latihan alokasikan pendapatan buat nabung uang muka

Dari hasil simulasi di atas, udah tahu kan kalau nyicil rumah lebih untung daripada sewa rumah? Kalau udah tahu keuntungannya, ada baiknya kamu dan pasangan mulai latihan nabung buat biaya uang muka.

Menabung buat uang DP rumah ketika masih ngontrak memang cukup berat. Apalagi kalau pendapatan kamu dan pasangan tergolong pas-pasan. Tapi ini bisa dilakukan pelan-pelan.

Misalnya mulai dengan Rp 500 ribu sebulan. Nanti pelan-pelan bisa dinaikkan seiring dengan peningkatan pendapatan berdua. Gak mungkin dong penghasilan kamu dan pasangan segitu-gitu aja dalam jangka panjang?

Banyak cara buat nambah pendapatan di zaman now. Salah satunya adalah dengan kerja sampingan atau buka usaha sampingan. Coba aja kalau emang serius mau beli rumah.

5. Mencicil rumah dengan KPR terbaik

sewa rumah
Jangan lupa pilih KPR yang cocok ya (aussie)

Kalau udah memutuskan untuk mencicil rumah, berarti kamu dan pasangan udah selangkah lebih maju. Pengelolaan keuangan kamu berarti lebih sehat dibandingkan saat menyewa rumah.

Namun, jangan buru-buru buat nyicil rumah. Baiknya kamu dan pasangan pilih skema cicilan terlebih dahulu. Pilih skema KPR yang menurut kamu lebih fleksibel, aman, dan nyaman.

Banyak lho pihak perbankan yang melayani KPR tetapi sering bikin ribet nasabah. Tapi ada juga perbankan atau lembaga pembiayaan lainnya yang memudahkan banget buat KPR.

[Baca: Apa Saja Kerugian Kredit Perumahan (KPR)? Hah? Masak Sih Ada Ruginya?]

Artinya, sebelum memutuskan buat nyicil rumah, baiknya cari info terlebih dahulu soal seluk beluk KPR. Tanya orang yang ahli atau perencana keuangan misalnya. Yang penting kamu nyicil rumah dengan matang dan terukur.

Jadi, udah siap nih kamu dan pasangan buat nyicil rumah? Cicil aja deh, daripada sewa terus. Ya kan!

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com