Bisnis Ramadan: Yuk, Tengok Bisnis Laundry yang Bikin Ngiler Walau Lebaran Sudah Lewat

by Hardian 1.733 views0

Bisnis Ramadan- Yuk, Tengok Bisnis Laundry yang Bikin Ngiler Walau Lebaran Sudah Lewat-

Bisnis laundry sering dilirik orang saat menjelang Lebaran. Ada peluang bisnis yang menggiurkan di dalamnya karena asisten rumah tangga ramai-ramai mudik sehingga pakaian kotor teronggok di rumah-rumah.

Namun tahukah kamu, bisnis laundry moncer gak hanya pas periode Ramadan. Bisnis ini tetap bersinar ketika Lebaran sudah lewat.

Gak percaya? Coba lihat di lingkungan sekitar tempat tinggal. Ada berapa usaha laundry? Apakah mereka buka hanya pas bulan puasa?

bisnis laundry
Semua pasti tahu kalau laundry adalah bisnis yang gak pernah mati. Ada kalanya minjam uang demi nambah mesin laundry biar omzet pun meroket (mesin laundry/Machinelaundry)

Ya, mungkin ada beberapa yang gulung tikar tak lama setelah buka. Tapi itulah persaingan usaha. Kita mesti belajar dari kesalahan yang mereka buat agar gak bernasib sama.

MODAL PERALATAN DAN PERLENGKAPAN LAUNDRY

Untuk memulai bisnis laundry, kita tengok dulu apa saja peralatan laundry yang mesti disiapkan plus harganya.

– Mesin cuci + pengering 2 unit: Rp 2,5 juta x 2 = Rp 5 juta

– Setrika uap listrik 1 unit: Rp 300 ribu

Tag gun dan pin 1 set: Rp 70 ribu

– Pita penanda (tag) 1 roll: Rp 20 ribu

– Timbangan 10 kg 1 unit: Rp 50 ribu

– Keranjang baju 3 unit: Rp 20 ribu x 3 = Rp 60 ribu

– Hanger 3 lusin: Rp 25 ribu x 3 = Rp 75 ribu

– Plastik laundry 3 pack: Rp 20 ribu x 3 = Rp 60 ribu

– Deterjen 5 kg: Rp 50 ribu

– Softener 5 liter: Rp 50 ribu

– Alkalite 5 liter: Rp 75 ribu

– Parfum 5 liter: Rp 50 ribu

– ┬áPelicin dan pengharum setrika 5 liter: Rp 60 ribu

– Nota 2 ply (tanpa kertas karbon) 8 buku: Rp 40 ribu

– Botol spray 2 pcs: Rp 5000 x 2 = Rp 10 ribu

– Lakban 5 pcs: Rp 3000 x 3 = Rp 15 ribu

Total: Rp 6.035.000

Duit segitu gampang lah ya kita dapatkan dari tabungan. Tapi angka itu belum meliputi gaji karyawan dan biaya tempat usaha.

MODAL TEMPAT DAN OPERASIONAL

Kalau pakai rumah sebagai lokasi usaha, bisa lebih ngirit. Toh, gak perlu banyak ruang untuk usaha laundry. Bagian teras, misalnya, bisa direnovasi untuk menerima pakaian pelanggan.

bisnis laundry
Pakai saja rumahmu buat jadi tempat usaha (rumah/Rumah Dijual)

Cuci dan jemur bisa dilakukan di dalam rumah. Begitu juga tempat penyimpanan pakaian yang sudah selesai digarap.

Namun bila terpaksa nyewa, masukkan komponen itu lengkap dengan gaji karyawan. Jadikan UMR sebagai patokan gaji karyawan.

Misalnya buka usaha laundry di Bekasi. UMR di sini Rp 3,6 juta. Namun karena bersifat rumahan, kita bisa coba nego gaji itu.

Mungkin bisa ditekan hingga Rp 2,5 juta. Intinya, harus ada kesepakatan antara karyawan dan pengusaha, termasuk dalam hal jam kerja. Tahu sendiri usaha laundry bisa buka dari pagi sampai malam setiap hari. Kalau diperlukan, pekerjakan dua pegawai sekaligus untuk berganti shift.

Dengan begitu, modal buat gaji pegawai di bulan pertama:

Rp 2.500.000 x 2 = Rp 5.000.000.

Ditambah dengan biaya listrik dan air sekitar Rp 1 juta per bulan, total biaya operasional = Rp 6.000.000

Masalah lebih berat ada pada soal lokasi usaha yang mesti sewa. Harga sewa lokasi usaha umumnya lebih besar ketimbang hunian.

Bila memang terpaksa sewa, cari yang strategis sekalian. Misalnya di tengah permukiman atau kompleks kos atau dekat dengan kampus. Patok pos pengeluaran untuk sewa lokasi, misalnya Rp 18 juta per tahun atau Rp 1,5 juta per bulan.

Dengan demikian, total dana yang dibutuhkan sebagai modal bisnis laundry:

Rp 6.035.000 (peralatan) + Rp 6 juta (gaji 2 pegawai + listrik + air) + Rp 18 juta (sewa lokasi usaha setahun) = Rp 30.035.000.

SUMBER MODAL

Uang sebesar Rp 30 juta mungkin besar buat beberapa orang. Tapi gak perlu khawatir. Ada solusi berupa kredit tanpa agunan (KTA) yang bisa dipilih.

Tentunya kita punya tabungan sedikit buat modal awal. Misalnya sudah punya Rp 10,5 juta, berarti tinggal nambah Rp 20 juta saja biar genap Rp 30,5 juta.

bisnis laundry
Modal siap ya silahkan mulai bisnisnya (modal/go accurate)

KTA layak dipilih untuk tambahan modal karena proses pencairannya relatif lebih cepat, bahkan bisa sehari saja asal syaratnya komplet. Selain itu, kita gak perlu memberikan aset sebagai jaminan untuk kredit itu. Pas banget buat mengejar momen Ramadan.

Coba lihat tawaran KTA dari sejumlah bank untuk mendapatkan yang terbaik, misalnya KTA Standard Chartered dan KTA DBS Bank. Bandingkan bunga dan biaya yang menyertai, cari yang paling pas dengan kebutuhan.

Apply KTA dengan status karyawan agar lebih besar peluang permohonan dikabulkan. Jadi, kita bisa menjalankan usaha sebagai sampingan saja sembari masih bekerja sebagai karyawan.

Tapi jangan buru-buru. Sebelum memutuskan mengambil KTA, hitung dulu kira-kira seberapa besar kemampuan bayar angsuran kita per bulan.

Rumus umum yang berlaku adalah besaran cicilan kredit maksimal 30 persen dari penghasilan bersih sebulan. Karena itu, kita harus mengetahui dulu potensi penghasilan dari bisnis laundry ini.

POTENSI PENGHASILAN

Rata-rata tarif laundry di Jabodetabek Rp 7.000 per kilogram. Selama Ramadan, biasanya gak ada kenaikan harga meski termasuk dibutuhkan oleh banyak orang.

Taruhlah per hari ada order hingga 50 kilogram laundry. Berarti ada penghasilan:

Rp 7.000 x 50 = Rp 350 ribu

Berarti dalam sebulan (30 hari kerja) omzet totalnya minimal Rp 10.500.000.

Setelah dipotong biaya operasional Rp 6.000.000, berarti:

Profit = Rp 4.500.000

Angka inilah yang jadi patokan kemampuan bayar cicilan per bulan.

Dengan cicilan maksimal 30 persen dari profit per bulan, berarti kemampuan bayar kita:

30% x Rp 4,5 juta = Rp 1.350.000. Itu total cicilan, ya, bukan hanya pokoknya.

Nah, sekarang tugas kita adalah mencari KTA dengan bunga terendah dan biaya termurah. Perhitungkan juga tenor alias periode cicilan.

SIMULASI CICILAN

Kita ambil contoh cicilan KTA dari DBS. Dengan mengambil plafon pinjaman Rp 20 juta untuk tenor dua tahun (24 bulan), maka berikut ini perhitungan cicilannya:

Plafon: Rp 20 juta

Tenor: 24 bulan

Bunga pinjaman: 17,88 persen per tahun

bisnis laundry

Cicilan per bulan: [pinjaman + (pokok bunga)] : 24 = [20.000.000 + (20.000.000 x 17,88% x 2)] : 24 = Rp 1.131.333

Jumlah tersebut tentu masih di bawah batas aman cicilan. Dengan adanya cicilan KTA per bulan, otomatis potensi profitmu per bulan menjadi:

Profit setelah mengambil KTA: omzet – biaya operasional – cicilan KTA = 10.500.000 – 6.000.000 – 1.131.333 = Rp 3.368.667

Angka hitungan di atas hanyalah gambaran kasar. Bisa saja kita memompa penghasilan jauh lebih tinggi dari angka tersebut. Kamu juga bisa menekan biaya operasional misalnya dengan mempekerjakan satu karyawan saja. Dan ketika pinjaman KTA sudah lunas setelah dua tahun, maka profitmu pun akan bertambah.

Dengan demikian, kamu harus memastikan paling gak bisnis laundry ini bisa hidup sampai lebih dari dua tahun. Kuncinya adalah strategi bisnis yang mumpuni.

STRATEGI BISNIS DARI UTANG

Sebagai usaha baru, jangan ragu memberikan program diskon. Bikin pula program member dengan tarif lebih murah, misalnya Rp 6.000 per kilogram.

Program member membuat adanya kepastian pelanggan. Gak apa-apa margin profit dikurangi asalkan orderan ada terus.

Usahakan pula layanan antar-jemput khusus di area tertentu yang dekat. Usaha dalam bidang jasa seperti ini memerlukan pelayanan yang benar-benar membuat konsumen seolah diperlakukan sebagai raja.

Dengan begitu, utang yang menjadi tulang punggung usaha pun bisa betul-betul menghasilkan. Wong pemerintah Amerika Serikat yang besar itu saja punya utang buat menggerakkan roda ekonominya.

Bisnis laundry dipastikan moncer saat masa Ramadan karena banyaknya permintaan. Kita mesti memastikan bisa memenuhi permintaan tersebut dengan baik agar kelak ketika lewat Lebaran, para konsumen datang lagi.

Jangan biarkan modal yang terbatas menghalangi kita meraih profit dari usaha berprospek cerah di depan mata ini. Utang bukanlah sesuatu yang salah. Hal yang salah adalah bila kita mengambil utang tanpa tanggung jawab.

CTA DBS

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 4 Hal Mendasar dan Penting Buat yang Mau Serius Buka Usaha]

[Baca: 4 Anggapan Salah Tentang Menjadi Pengusaha Sukses]

[Baca: Sebelum Berutang, Cari Tahu Dulu Bedanya Utang Produktif dan Utang Konsumtif]

[Baca: Yakin Mau Jadi Pebisnis? Sudah Punya 5 Mental Ini Belum?]

 

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com