Daripada Menyesal di Usia Kepala 4, Simak dan Terapkan 10 Nasihat Keuangan Berikut

by Hardian 33.887 views0

usia kepala 4

Pasti sering dengar kalimat kayak gini, “Ah coba waktu itu gue ambil tawaran si anu ya,” atau “Duh, nyesel banget gak mau ambil kesempatan itu.” Yang kayak gini emang sering kita dengar keluar dari mulut teman atau bahkan mungkin kita sendiri. Pas nanti usia kepala 4, apa masih mau melontarkan kalimat kayak gitu?

Biasanya, kalimat penyesalan seperti itu akan terlontar saat kita terbentur dengan masalah keuangan. Walau hidup gak semata berpusat pada uang, tapi realistis aja lah ya, kalau hidup juga butuh uang.

Jika waktu diputar mundur, kita sadar dulu sering mendapat nasihat-nasihat tentang keuangan yang bisa mempersiapkan masa depan yang lebih mapan dari segi finansial.

[Baca: Nih 10 Pilihan Pekerjaan yang Waktunya Fleksibel buat Ibu Muda]

Diantara banyak nasihat tersebut, berikut 10 nasihat keuangan buat kamu yang masih muda sebelum menyesal di usia kepala 4:

1. Punya tujuan hidup

Manusia hidup harus punya tujuan, terlebih lagi tujuan finansial. Saat memiliki penghasilan sendiri, mulai deh tetapkan tujuan keuangan kamu. Semisal, meningkatkan taraf hidup dalam segi ekonomi setiap tahunnya.

🐒 ____________________ #cash #money #moneymaker #car #lion #luxury #rich #lifestyle #lifegoals

A post shared by Millionlife (@millionlife_) on

Emang sih gak akan ada yang tahu hari esok, tapi bukan berarti hidup tanpa tujuan yang jelas. Dengan adanya tujuan, kamu akan termotivasi untuk melakukan usaha-usaha yang dapat membantu tercapainya tujuan tersebut.

2. Hidup hemat

Saat karir dan pendapatan meningkat, kebanyakan pekerja muda lupa diri dan mengubah gaya hidup mereka. Semisal, dari yang kesehariannya biasa hangout sekali dalam sebulan jadi 4 kali dalam sebulan. Kebiasaan makan di warteg pun berubah jadi makan di restoran fast food.

More than 250 km on foot in the last 15 days #hematuang #GIGAbackpack #GIGA cc : @marcelinanovianti

A post shared by Gisella Thiofanny (@gisellathiofanny) on

Penghasilan yang meningkat seharusnya dimanfaatin untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat seperti asuransi atau investasi misalnya. Hidup hemat beda loh dengan pelit! Hemat itu adalah belajar mengendalikan diri dari gaya hidup konsumtif dan membuat pengeluaran yang gak perlu.

3. Pasang target

“Ya gue mah gak punya target muluk-muluk, ke mana angin membawa aja deh.” Kalimat kayak gini nih yang sering terlontar dari anak-anak muda setiap ditanya punya target apa saja dalam hidupnya.

A post shared by Lam Alain 中杰 (@yosh77) on

Sama halnya dengan tujuan hidup atau keuangan, kamu harus punya target. Semisal, di usia 25 sudah bisa beli mobil atau usia 30 sudah menikah dsb. Kalau ngikutin air mengalir mah itu namanya hidup yang gak jelas. Ujung-ujungnya kamu jadi terlalu santai dan meremehkan segala sesuatu.

4. Jangan hanya nabung, investasi juga penting

Sedari kecil orang tua kita pasti mengajak untuk gemar menabung, mulai dengan celengan hingga punya rekening tabungan sendiri di bank. Lalu, cukup gak sih dengan rajin menabung?

Kebiasaan menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk menabung memang baik, namun pertimbangkan lagi deh bunga tabungan yang relatif kecil.

Selain menabung, coba deh untuk mulai investasi juga. Kini banyak kok pilihan investasi yang mudah dan dapat disesuaikan dengan kocek masing-masing. Banyak profesional di luar sana yang bakalan membantu kamu berinvestasi. Jadi jangan parno duluan ya!

Investasi bakal bikin uang kamu beranak-pinak loh! Gak perlu mulai dengan yang kelas kakap deh, yang sekelas reksa dana pasar uang juga sudah cukup menjanjikan kok!

[Baca: Investasi Emas Gak Ada Matinya Pilih Emas Perhiasan atau Batangan Simak Ini Dulu]

5. Belajar dari kesalahan

Gak ada manusia yang sempurna. Saat melakukan kesalahan apapun itu, coba untuk menjadikannya sebagai pembelajaran. Saat kamu berhasil mengevaluasi kesalahan, ke depannya kamu dapat melakukan hal-hal lebih baik lagi.

Jangan berkubang dalam penyesalan karena telah berbuat kesalahan ya. Sebaliknya, jadikan kesalahan tersebut sebagai alat untuk mengembangkan kualitas diri.

6. Tidak mudah menyerah dan disiplin

Gak ada cara mudah menuju sukses, pasti akan banyak aral merintang. Semangat pantang menyerah serta ketekunan merupakan faktor mutlak pendorong seseorang jadi sukses. Mudah menyerah adalah ciri-ciri orang yang susah sukses loh!

Punya disiplin diri mulai dari hal-hal kecil seperti bangun pagi, gak datang terlambat ke kantor bisa jadi latihan agar kamu gak jadi manusia yang mudah menyerah. Jangan pernah menyerah pada kemalasan atau kesulitan. Terkadang semua itu hanya kekhawatiran yang berlebihan kok. Jadi, jangan menyerah sebelum berperang ya!

7. Memperluas jaringan

Jaringan di sini bukan sekedar jaringan Facebook loh ya. Sebagai makhluk sosial manusia kamu gak bisa hidup sendiri. Kamu harus ingat nih, salah satu ciri keberhasilan seseorang adalah dari seberapa luas pergaulannya.

Luas di sini maksudnya adalah mengenal dan memiliki hubungan yang baik dengan berbagai macam orang dari berbagai kalangan.

Kamu gak pernah tahu keuntungan atau kesempatan apa yang bisa diperoleh dari orang-orang yang kamu temui dan kenal kan?

8. Me time itu penting

Kerja keras, mengumpulkan pundi-pundi untuk masa depan sah-sah aja kok! Tapi ingat ya, sisihkan juga waktu untuk menghibur diri kamu sendiri. Punya me time sama sekali bukan hal yang terlarang selama tahu batasan normalnya.

A post shared by Dave Evans (@davejsy) on

Dengan punya me time di tengah-tengah kesibukan akan bisa mere-charge energi baru dan bisa bikin kamu jadi lebih kreatif.

9. Miliki asuransi

Risiko kecelakaan, sakit bahkan kematian pasti mengintai setiap saat. Masih muda bukan berarti kamu kebal dari hal-hal semacam itu kan! Selain tabungan dan investasi, asuransi adalah hal penting lain yang harus kamu miliki.

A post shared by Hamel30 (@hamel30) on

Pilihan produk asuransi saat ini juga beragam serta dapat disesuaikan kemampuan finansial kamu kok. Jadi, gak ada alasan lagi deh untuk menunda-nunda punya asuransi. Sebelum sayang sama anak orang, sayangi diri kamu sendiri dong!

[Baca: Bujet Ngupi-ngupimu Itu Gak Sepenting Asuransi Perlindungan Rumah Itu Aset Berhargamu Sendiri Loh]

10. Berani

Jadilah anak muda yang berani. Berani di sini pastinya bukan berani kayak pelajar yang hobinya tawuran ya. Kalau kamu punya ide, ungkapkan saja jangan malu atau takut bakal dibikin lelucon .

@jonathanparedes89 dives from a 30 meter cliff at the #victoriafalls 📷: @samovidic

A post shared by Red Bull Adventure (@redbulladventure) on

Demikian juga halnya saat harus mengambil keputusan, semisal ada niat untuk buka usaha tapi dihalangi oleh bayang-bayang bangkrut. Ketakutan-ketakutan seperti inilah yang biasanya menjadi faktor penghambat utama untuk sukses.

Tentunya masih banyak hal-hal lain yang bisa kamu jadikan pedoman untuk jadi orang yang sukses di masa mendatang. Sebelum usia kepala 4, lebih baik mencerna dan memupuk sikap di 10 nasihat di atas.

So, mau jadi anak muda yang bagaimana? Kesempatan seringkali hanya datang sekali, jangan terlalu banyak pertimbangan saat mengambil keputusan. Terkadang kita memang harus berani keluar dari zona nyaman.

Daripada menyesal belakangan, coba renungkan deh nasihat-nasihat di atas. Semoga saja bisa bikin kehidupan masa depan kamu jadi lebih baik ya!

Tags: ,

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com