Harus Gak Sih Bikin Badan Usaha untuk Bisnis Kita? Simak Jawabannya di Sini!

by Hardian 1.359 views0

bikin badan usaha

Jadi wirausahawan itu udah pasti banyak tantangannya. Gak cuma butuh nyali, tapi juga kelihaian dalam berbisnis dan pemahaman akan seluk beluk hukum usaha. Soal yang terakhir ini paling sering luput dari perhatian.

Salah satu contohnya adalah urusan pendirian badan usaha. Itu lho, kayak PT atau CV atau koperasi. Emang sih, kalau untuk usaha mikro atau rumahan, urusan ini kelihatannya sepele dan cuma dianggap kerikil belaka.

bikin badan usaha
Pada dasarnya badan usaha bakal menjamin keamanan bisnismu juga di masa depan (aturan/hukumperseroanterbatas)

Tapi kalau usaha kamu udah berkembang, perkara badan usaha ini bisa jadi batu besar yang bikin bisnismu kesandung di masa depan lho. Makanya pahami dulu yuk apa itu badan usaha dan penting atau gaknya untuk kelangsungan bisnismu.

Badan Usaha di Indonesia

Ada dua jenis badan usaha di Indonesia, yakni berbadan hukum dan gak berbadan hukum. Itu masih dirinci lagi sebagai berikut:

Berbadan hukum

1. Perseroan Terbatas

Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, perseroan terbatas adalah bentuk usaha yang memiliki modal dasar minimal Rp 50 juta. Terdapat saham di dalamnya sebagai nilai perusahaan yang bisa diperjualbelikan.

Pemegang saham di PT hanya bertanggung jawab atas saham yang dimiliki. Misalnya A punya saham 500 lembar dan B punya 300 lembar. Suatu ketika, saham B dibeli oleh C 200 lembar. Si A gak ada hubungannya dengan jual-beli saham itu.

2. Yayasan

Badan usaha ini bergerak di bidang sosial, keagamaan, atau kemanusiaan, sehingga gak bersifat mencari untung. Tidak ada anggota yayasan, hanya ada pengurus.  

bikin badan usaha
Kalau organisasimu bergerak di bidang sosial non profit, buatlah yayasan jangan PT apalagi Firma (badan amil zakat/Batam Today)

Kekayaan yayasan dipisahkan dari pendiri yayasan. Begitu juga pengurusnya.

3. Koperasi

Usaha dengan badan hukum koperasi wajib memiliki anggota dan menganut prinsip ekonomi kerakyatan berdasarkan kekeluargaan.

Keanggotaan koperasi bersifat sukarela. Artinya, seseorang boleh kapan saja masuk menjadi anggota koperasi atau keluar, asalkan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Tak Berbadan Hukum

1.Persekutuan Perdata

Usaha berupa persekutuan perdata umumnya dijalankan sejumlah orang yang punya profesi sama dan ingin berhimpun dalam satu wadah. Misalnya pengacara yang bikin kantor advokat bersama.

Dalam persekutuan ini, masing-masing pihak wajib berkontribusi kepada wadah. Selain itu, setiap pihak bertindak sebagai pribadi.

2. Firma

Badan usaha ini mirip dengan persekutuan perdata. Bedanya adalah setiap anggota firma memikul tanggung jawab terhadap firma. Jadi, jika salah satu anggota berbuat curang dalam usaha, misalnya, seluruh firma bisa kena akibatnya.

3. Persekutuan Komanditer (CV)

CV bisa dibilang sebagai “anak”-nya PT. Mirip-mirip dengan perseroan terbatas, ada pesero atau pemegang saham yang menjadi anggota CV.

Namun pesero ini dibagi jadi dua, yakni aktif dan pasif. Pesero aktif melibatkan aset pribadi dalam usaha, sementara pesero pasif hanya bertanggung jawab atas modal yang disetorkan. Dalam CV juga gak ditentukan jumlah modal minimal.

Dari penjelasan di atas, bisa dicocokkan kira-kira badan usaha mana yang cocok dengan bisnis kita. Umumnya, bisnis kecil-kecilan cukup berbentuk CV. Ketika usaha sudah besar, bisa deh jadi PT.

Perbedaan usaha berbadan hukum dan gak berbadan hukum adalah kedudukannya di mata hukum. Sebuah usaha berbadan hukum harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sendiri. Selain itu, harta pribadi dipisahkan dengan harta perusahaan.

Sedangkan yang gak berbadan hukum bisa pakai NPWP pribadi. Aset pribadi pun bisa dihitung sebagai aset usaha.

Kenapa Harus Berbadan Usaha

Seperti disebutkan sebelumnya, usaha tanpa status bisa bikin masa depan bisnis itu suram. Salah satunya, bisnis akan dianggap ilegal sehingga dikenai sanksi, bahkan ditutup.

bikin badan usaha
Kalau usahamu dinyatakan ilegal dan ditutup, ya gigit jari deh akhirnya (bangkrut/credibily)

Selain itu, usaha bakal susah maju. Ketika butuh modal tambahan, misalnya, mustahil mendapatkan suntikan dana dari bank jika gak punya sertifikat usaha.

Kredibilitas usaha pun dipertanyakan oleh klien atau pihak lain yang berkepentingan. Ujungnya, usaha mentok lantaran gak ada pelanggan. Mereka takut kena tipu karena kita gak punya bukti bahwa usaha kita sah dan terpercaya di mata hukum.

Nah, setelah mendapat penjelasan di atas, sudah tahu dong jawaban dari pertanyaan apakah harus bikin badan usaha untuk bisnis kita atau gak.

Kalau bisnis rumahan kayak katering? Masak harus bikin badan usaha sejak memulainya?

Rekomendasinya sih bisnis itu harus memiliki badan usaha agar lancar dalam urusan administrasi. Tentu bukan langsung berupa PT. Mungkin CV dulu. Meski begitu, untuk permulaan, bisa saja menjalankan bisnis rumahan tanpa badan usaha.

Tapi ingat, hanya pas awal usaha, ya. Ketika bisnis sudah lumayan lancar dan profit ada di tangan, segera urus pembuatan badan usaha.

Daripada terlanjur kena masalah perizinan, nanti malah repot lho. Bisa-bisa usaha yang sudah menanjak lantas terjengkang jatuh. Mending main aman saja, ikuti aturan yang berlaku demi masa depan usaha.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Modal Rp 5 Juta Bisa Raup Untung Ratusan Ribu per Order dari Katering]

[Baca: Modal Usaha Kurang? Begini Caranya Dapat Dana Tambahan]

[Baca: Mau Bikin Usaha Gak Usah Nunggu Modal Cukup. Ini Alasannya]

[Baca: Yakin Mau Jadi Pebisnis? Sudah Punya 5 Mental Ini Belum?]

 

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com