Hey Fresh Graduates, Pengin Memulai Investasi Pertama? Nih PR Kamu

by akbar 490 views0

untuk jam 6

Finansialku

Mata kuliah pengelolaan keuangan emang gak ada. Makanya gak heran banyak fresh graduate yang secara gak sadar menjadi konsumtif atau boros dalam mengelola gaji mereka.

Kebanyakan dari mereka baru sadar saat sudah bekerja 3-5 tahun, karena mereka gak punya apa-apa alias gak ada aset yang bertambah. Oleh karena itu, jelas yang namanya investasi itu penting bukan?

Tetapi dalam memulai investasi, kadang setiap orang kesulitan karena mereka gak punya perencanaan yang matang dan fondasi keuangan yang baik. Makanya, sebelum memulai investasi pertama, masih ada banyak hal yang harus dipersiapkan.

Buat fresh graduate, coba mulai buat perencanaan keuangan setiap bulan. Terkadang anak muda masih belum punya tujuan keuangan yang pasti, apalagi memikirkan investasi. Tetapi melakukan perencanaan keuangan setiap bulan adalah sesuatu yang dapat dilakukan bahkan sebelum memiliki tujuan keuangan yang jelas. Tujuan keuangan memang diperlukan untuk membuat kamu lebih disiplin dalam berinvestasi lho.

Dengan banyaknya informasi tentang keuangan, banyak pula orang yang mengetahui pentingnya merencanakan keuangan sebelum memulai investasi pertama. Tapi meskipun istilah itu diketahui, banyak pula yang gak mengetahui cara yang tepat untuk mulai merencanakan keuangan.

Biar paham, cari tahu dulu deh beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh fresh graduate sebelum memulai investasi pertama. Yuk disimak bareng-bareng!

1. Buat anggaran pengeluaran dan pemasukkan

budgeting pic 2
Membuat anggaran itu wajib hukumnya buat orang yang udah punya penghasilan (anggaran/ vcu)

Pertama kali menerima penghasilan, kamu harus membuat anggaran atau pencatatan pengeluaran dan pemasukkan.

Hal ini paling sering diremehkan atau dianggap orang tidak perlu, karena dirasa cukup menyulitkan bagi sebagian orang. Tetapi sebenarnya ini adalah hal yang paling utama dalam melakukan perencanaan keuangan.

Anggaran tersebut membantumu untuk mengevaluasi pengeluaran setiap bulannya. Selain itu, kamu juga dapat mengalokasikan penghasilan kepada kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting dibandingkan kebutuhan-kebutuhan sekunder atau tersier.

2. Alokasikan gaji untuk menabung

Setelah bisa membuat anggaran keuangan tiap bulan, hal pertama kali yang harus dilakukan adalah mengalokasikan penghasilan untuk ditabung.

Kegunaan pencatatan adalah agar kamu dapat mengevaluasi dan memperkirakan berapa biaya hidup tiap bulan yang dibutuhkan untuk kebutuhan utama (primer).

Setelah jumlah itu diketahui, kamu baru bisa mulai mengalokasikan berapa jumlah uang yang harus ditabung setiap bulannya. Mengalokasikan penghasilan untuk tabungan adalah hal yang pertama kali harus dilakukan begitu mendapat gaji.

Jangan malah nunggu gaji sisa baru ditabung ya. Karena kecenderungan setiap orang adalah menghabiskan penghasilannya. Oleh karena itu, akan sulit sekali untuk menabung jika kamu menggunakan gajimu terlebih dahulu.

3. Dana darurat menjadi tujuan keuangan pertama

Seringkali setelah beberapa bulan menjalani langkah pertama dan langkah kedua, kebanyakan orang sudah mulai memikirkan investasi pertama mereka. Itu karena sudah ada uang di tabungan mereka.

Sebenarnya gak ada salahnya dengan hal itu. Tetapi jika di tengah-tengah berinvestasi ada hal-hal darurat atau risiko darurat yang terjadi, maka gak akan ada dana lagi yang dapat digunakan untuk hal tersebut.

Tetapi ada juga orang yang setelah mempunyai cukup uang di tabungan, malah membeli barang-barang konsumtif yang agak mahal harganya. Dan uang tabungan mereka habis sampai gak bisa investasi.

2798_beakglassmoneybox2
Pakai dana darurat buat kepentingan darurat aja ya (emergency/ suck.uk)

Oleh karena itu, langkah ketiga yang dapat dilakukan adalah menetapkan tujuan keuangan. Tujuan keuangan pertama kalinya adalah mengumpulkan dana darurat. Dana darurat dapat digunakan untuk banyak hal, tapi terutama digunakan untuk hal yang bersifat darurat seperti biaya perawatan saat sakit.

4. Mulai investasi pertama setelah keamanan keuangan terjamin

Setelah mengumpulkan dana darurat, barulah kamu melakukan investasi pertamamu. Mulailah dengan menentukan tujuan keuangan, karena investasi selalu terkait dengan tujuan, jangka waktu, dan risiko yang harus dihadapi.

Beberapa produk investasi yang dijual oleh lembaga keuangan adalah deposito, ORI dan reksa dana. Untuk tujuan keuangan jangka pendek, manfaatkanlah deposito dan reksa dana pasar uang.

Sedangkan untuk tujuan keuangan jangka pendek menengah, pertimbangkan membeli obligasi ritel (ORI), sukuk ritel (Sukri), dan reksa dana pendapatan tetap. Lalu, untuk tujuan keuangan menengah-panjang, pilih reksa dana campuran atau dapat juga reksa dana saham. Tentu saja semua produk investasi ini memiliki risikonya masing-masing.

5. Terus update informasi dan pengetahuan

Selain produk-produk investasi yang dijual oleh pihak lembaga keuangan atau bank, kamu juga bisa melakukan investasi pertama di instrumen non finansial seperti emas. Emas yang dibeli bukanlah perhiasan, tetapi logam mulia yang bersertifikat.

gold-investment
Kalau mau investasi emas, pilih yang batangan aja ya biar harga jualnya jelas (emas/ iqoption)

Atau kamu bisa juga melakukan investasi yang lainnya, seperti berinvestasi dalam bisnis seseorang.

Tentunya hal yang terpenting dalam melakukan investasi adalah pengalaman, pengetahuan, dan informasi. Biasakan untuk membaca berita atau perkembangan investasi yang ada. Tambah pengetahuanmu tentang keuangan dan cari informasi yang diperlukan agar wawasanmu makin luas.

Setelah memulai investasi pertama, tentu akan ada banyak pengalaman yang didapat. Pengalaman tersebut bukan hanya keberhasilan, tetapi juga akan ada kegagalan.

Investasi memang identik dengan risiko. Apabila risiko itu datang dan menjatuhkanmu, jangan menyerah. Jadikan pengalaman itu sebagai guru yang berharga dan membuat kamu makin berkembang.

Selamat mencoba investasi pertamamu ya.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Punya Gaji UMR? Gini Caranya Ngatur Duit Biar Bisa Nabung dan Investasi]

[Baca: Mau Mulai Investasi Saham? Pakai Jasa Broker Aja!]

[Baca: Sudah Usia Kepala 3 Kapan Lagi Mau Mulai Investasi Kalau Bukan Sekarang]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com