Ini Nih 5 Mitos dalam Memulai Bisnis yang Perlu Diluruskan

by Miko 708 views0

untuk jam 12 blog

Banyak orang memulai bisnis kecil-kecilan karena dinilai mudah dikerjakan. Nyatanya, anggapan itu gak semudah yang dipikirkan.

Berikut ini sejumlah mitos yang sering kita dengar soal membangun bisnis, yang ternyata gak selamanya benar lho. Yuk dicatat!

1. Banyak yang mau kasih modal

memulai bisnis
Memulai bisnis dengan modal dengkul doang emang ada gitu? (memegenerator)

Mau memulai bisnis mah gampang. Pasti banyak yang bakal kasih modal. Bank atau lembaga pembiayaan pasti bakal ngasih pinjam kok! Hmm, catet ya, semua itu gak semudah membalikkan telapak tangan.

Pihak bank dan lembaga pembiayaan gak bakal seenaknya ngasih modal buat bisnis. Mereka pasti punya syarat dan ketentuan agar bisa kasih pinjaman modal usaha yang kita ajukan.

Repotnya lagi kalau gak ada jaminan. Bank dan lembaga pembiayaan mungkin akan berpikir dua kali. Jangankan bisa memulai bisnis, dapat modal aja kagak tuh.

Kecuali kalau kamu pinjam uang dengan cara kredit tanpa agunan. Kamu bisa dapetin tuh modal usaha. Tapi cicilan bunganya lebih besar.

[Baca: Buat yang Lagi Butuh Dana, Ini Dia 5 Produk KTA dengan Bunga Terendah]

2. Bisa kerja semaunya

Memang sih punya bisnis sendiri itu bisa dilakukan semau kita. Tapi untuk memulai bisnis itu bukan berarti kamu bebas buka dan tutup usaha kapan saja.

Memulai bisnis yang berhasil justru harus butuh waktu dan kerja keras. Kadang kamu perlu waktu hingga larut malam buat ngejalanin bisnis yang kamu rintis.

Ngerintis usaha dengan tujuan agar punya waktu fleksibel sih sah-sah aja. Tapi bukan berarti kamu membangun bisnis untuk buat punya banyak waktu luang. Kalau penginnya punya banyak waktu sih ya sekalian aja nganggur bro.

3. Berani ambil risiko, mendatangkan keuntungan besar

memulai bisnis
Mau memulai bisnis jangan lupa perhitungan risikonya secara matang (techli)

Konon katanya jika mau memulai bisnis, kita harus berani ambil risiko. Kalau gak berani maka bisnis gak akan jalan.

Ini gak sepenuhnya benar. Bukan berarti kamu bisa main jalankan bisnis tanpa mengukur risikonya. Justru risiko itu harus dikelola biar bisa terhindar dari kegagalan dan kerugian.

Mungkin kamu pernah mendengar orang berkata, “Kalau mau usaha jangan banyak mikir. Lakukan aja. Kalau gak ada modal, jual aja tuh tanah warisan.”

[Baca: Dapat Warisan Rumah, Pinjam Kredit Multiguna buat Renovasi atau Dijual Ya?]

Ya, kalimat di atas memang terdengar positif. Tapi risikonya juga gak sepele. Menjual aset berharga buat sesuatu yang belum terencana bukanlah jalan terbaik.

Maka ada baiknya matangkan dulu rencana merintis bisnismu. Barang apa yang akan dijual? Siapa calon pelanggan? Berapa modal usaha yang diperlukan?

Jika sudah dihitung baik-baik, maka jalan terakhir kamu adalah mengeksekusinya dengan risiko yang sudah diperhitungkan.

4. Enak jadi pengusaha dibanding karyawan

Kadang orang berpikir jadi pengusaha itu enak, banyak duit. Penghasilan didapat setiap hari. Tapi justru pelaku usaha berpikir sama. Mereka mengira menjadi karyawan itu enak karena punya penghasilan tetap.

Ya, memang anggapan itu memang ada benarnya. Sebagai pelaku usaha, kamu dapat duit setiap hari jika dagangannya laku. Dan sering juga malah gak dapat penghasilan sama sekali karena usahanya gak laku.

Terkadang, jika dalam kondisi yang kurang berpihak, bisnis yang dijalani bisa bikin rugi. Sebagai contoh, bisnis es krim gak mungkin laris manis jika cuaca seharian hujan. Alih-alih untung, yang ada malah rugi karena modal keluar besar, tapi dagangan gak laku.

5. Kamu gak punya atasan

memulai bisnis
Ingat ya hei para pengusaha, pembeli adalah raja (pinterest)

Membangun bisnis sendiri berarti sama sekali gak punya atasan. Karena yang jadi bos adalah justru kita sendiri yang menjalani.

Kata siapa? Anggapan tersebut mungkin kurang benar. Karena memang yang menjadi “atasan” sesungguhnya bagi pelaku usaha adalah konsumen. Bahkan jika kamu membangun bisnis dari hasil pinjam modal dari investor, maka investor itulah yang menjadi “atasan” kamu.

Justru sekarang kamu jadi punya banyak pihak yang harus kamu “jawab”.

Kepada konsumen misalnya, kamu harus benar-benar melayani. Kepada karyawan, kamu harus menjadikan mereka sebagai partner dan tim yang baik. Dan tentunya harus digaji.

Kepada investor, kamu harus meyakinkan mereka bahwa bisnis kamu berjalan sesuai rencana. Dan kamu harus mengembalikan uang sesuai kesepakatan.

Nah, itulah beberapa mitos seputar memulai bisnis. Terbukti kan kalau mitos-mitos tersebut gak sepenuhnya benar. Kalau mau mulai bernisnis, jangan percaya mitos. Percayalah pada perencanaan dan persiapan yang matang, supaya bisnismu lancar dan tahan lama.

[Baca: Jangan Takut Memulai Bisnis, 6 Produk Sukses Ini Aja Dulu Diremehin]

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com