SIM C1 dan C2 Bakal Segera Diberlakukan. Apa sih Alasannya?

by Hardian 1.129 views0

SIM C1 dan C2

Buat pengendara sepeda motor tertentu, siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Penyebabnya, SIM C1 dan C2 bakal diberlakukan.

Apa itu SIM C1 dan C2?

Selama ini SIM atau surat izin mengemudi yang diterbitkan untuk pengendara motor hanya satu jenis, yakni SIM C. Tapi rencananya SIM C akan dibagi menjadi tiga jenis, yakni SIM C, SIM C1, dan SIM C2.

Sebetulnya pemberlakuan SIM baru ini sudah diatur sejak 2012 lewat Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012. Tapi aturan itu gak kunjung dilaksanakan.

Pada Mei 2016, ditargetkan SIM C sudah bisa dibagi jadi tiga. Meski belum ada tindak lanjut nyata berupa ketentuan teknis cara membuat SIM C1 dan C2 hingga sekarang, kita tetap mesti mengambil langkah antisipasi.

Apalagi sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menyebutkan dengan detail tarif pembuatan dan perpanjangan masa berlaku SIM C, SIM C1, dan SIM C2.

sim c1 dan c2
Punya motor ya harus punya SIM dong! (Sim Motor / rukunlima)

Secara umum, penggolongan SIM motor ini sama kayak SIM mobil. Ada kriteria tertentu yang jadi perbedaan, khususnya kapasitas mesin.

– SIM C diperuntukkan bagi pengendara motor berkapasitas di bawah 250 cc

– SM C1 diperuntukkan bagi pengendara motor berkapasitas 250-500 cc

– SIM C2 diperuntukkan bagi pengendara motor berkapasitas 500 cc ke atas

So, lihat dulu motor kamu. Masuk golongan yang mana?

Jika kapasitas motor di rumah ternyata 250 cc, berarti harus punya SIM C1. Bagaimana dengan SIM C yang sudah ada? Tenang, bukan berarti dibuang.

Nantinya, kamu cuma perlu membayar perpanjangan masa berlaku SIM sesuai dengan ketentuan SIM C1. Beda jika saat ini belum punya SIM. Saat mengurus SIM, kelak harus ikut ujian khusus SIM C1.

Untuk perpanjangan, dikenakan tarif Rp 75.000. Sementara untuk pembuatan SIM baru, tarifnya Rp 100.000 untuk SIM C jenis apa pun.

Kenapa SIM C Dibedakan?

Kok ribet amat ya? Mesti keluar duit lagi. Lagian apa alasannya SIM C dibeda-bedakan begitu? Pemerintah dan kepolisian punya alasannya.

Sepeda motor sangat banyak dan gampang ditemukan di Indonesia. Dari pelosok desa hingga jantung Kota Jakarta, ada sepeda motor.

sim c1 dan c2
Sepeda motor tuh udah kayak jamur ya, ada di mana-mana (Pabrik Sepeda Motor / menyusurijalan)

Nah, banyaknya sepeda motor ini menimbulkan potensi masalah berupa kerawanan kecelakaan. Makanya diaturlah sejumlah ketentuan buat para pengendaranya, termasuk penggolongan SIM C ini.

Setidaknya ada dua faktor yang mendasari perbedaan SIM C, SIM C1, dan SIM C2. Berikut ini penjelasannya:

– Bobot motor

Bobot Yamaha Mio jelas berbeda dengan YZF R25, dong. Kapasitas mesin Mio hanya 113 cc, sementara YZF R25 250 cc.

Jadi, diperlukan kekuatan lebih untuk mengendalikan si YZF. Mio bisa dibilang lebih gampang ditunggangi karena bobotnya lebih ringan.

Ketika di jalan, pengendara Mio bisa bebas berakselerasi selap-selip di sela mobil saat macet. Tapi tidak demikian dengan penunggang YZF.

Begitu pun saat akan parkir. Mau pakai standar tengah gampang saja kalau pakai Mio, berbeda dengan YZF yang lebih berat.

– Spesifikasi motor

sim c1 dan c2
Wah Pak Presiden keren ya motornya hehehe (Presiden RI / tribunnews)

Seperti disebutkan sebelumnya, spesifikasi motor menjadi penentu perbedaan. Makin tinggi spesifikasi, makin besar kemampuan yang harus dimiliki untuk mengendalikan si motor.

Lihat saja contohnya dalam balapan motor dunia. Balapan motor 500 cc lebih prestisius ketimbang di bawahnya, karena persaingan lebih sulit.

Salah satu faktor kesulitan tersebut ada pada motor yang lebih susah dikendalikan. Artinya, pengendara motor berspesifikasi lebih tinggi dituntut punya keterampilan ekstra dibanding motor yang ada di level bawah.

Dari dua hal tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa SIM C digolongkan karena teknik berkendara berbeda berdasarkan motor yang digunakan. Keterampilan diperlukan agar tingkat keamanan berkendara lebih tinggi.

Itu sebabnya kepolisian menggelar ujian khusus bagi pemilik motor dengan spesifikasi lebih tinggi. Seperti kata pepatah: makin tinggi posisi, makin besar tanggung jawab seseorang.

Jadi, gak perlulah nggerundel karena pembagian SIM C ini. Toh, tarif pembuatannya gak berbeda.

Diharapkan dengan adanya penggolongan SIM ini tingkat keselamatan berkendara bisa meningkat. Gimana, kamu perlu upgrade SIM gak?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Perpanjangan SIM Online, Gimana Cara dan Berapa Biayanya?]

[Baca: Ketika Mengalami Kecelakaan, Jangan Panik. Lakukan 4 Hal Ini]

[Baca: Dear Para Bikers, Sadar Gak Kalau Dampak Kecelakaan Motor Itu Termasuk Bikin Angka Kemiskinan Meningkat?]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com