Sebelum Usia 50 tahun, Bahas 6 Hal Ini Sama Pasangan Agar Masa pensiun Bahagia

by akbar 1.307 views0

Sebelum Usia 50 tahun, Bahas 6 Hal Ini Sama Pasangan Agar Masa pensiun Bahagia header (1)

Finansialku

Berapa usiamu sekarang? Masih kepala 3? 40 tahun? atau hampir 50 tahun? Buat yang masih berusia 30, pensiun memang kerasa masih jauh. Karena masih ada kurang lebih 20 tahun lagi kan untuk menuju pensiun.

Tapi nyatanya dalam dunia kerja, waktu berjalan begitu cepat. Dan saat itulah gak sedikit orang yang baru sadar kalau persiapan dana pensiun seharusnya diprioritaskan. Kalau kamu sudah berkeluarga, seharusnya dana pensiun dirundingkan dan dipersiapkan bersama dengan pasangan.

Sayangnya, dua dari tiga pasangan ternyata gak pernah membicarakan persiapan dana pensiunnya. Entah karena merasa gak nyaman atau memang ngerasa kalau hal ini gak perlu dibicarakan.

Padahal, ada banyak hal yang harus kamu persiapkan dan memang lebih efektif jika dikerjakan bersama pasangan. Berikut adalah enam langkah yang perlu dipertimbangkan bersama pasangan sebelum berusia 50 tahun:

1. Tentukan “biaya” untuk dana pensiun

Seperti yang sudah dijelaskan, banyak pasangan yang ternyata gak peduli soal persiapan pensiunnya. Padahal ketika sudah pensiun nanti kamu bakal menjalani sisa hidup bersama pasangan.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan meneruskan kehidupan masing-masing dan gak lagi mengurus keuanganmu dan pasangan. Karena itu, kamu dan pasangan harus bekerja sama mempersiapkan masa tua sesudah pensiun.

Cobalah untuk menentukan berapa angka yang dibutuhkan untuk pensiunmu dan pasangan. Dengan begitu kamu bisa mempersiapkan dana yang dibutuhkan bersama-sama sejak dini.

2. Perhatikan utang

bebas utang
Kalau udah mau pensiun, pastiin semua utang udah dibayar ya (bebas utang/ styledweller)

Semakin lama kamu bekerja, biasanya ada peningkatan karier yang diiringi dengan peningkatan penghasilan. Memiliki utang semasa produktif adalah hal yang wajar.

Seiring berjalannya waktu, satu per satu utang tersebut akan lunas. Cepat atau lambat anak-anakmu juga akan lulus sekolah dan kuliah sehingga gak ada lagi biaya pendidikan yang harus dibayar.

Ketika sudah beranjak dewasa, anak-anakmu juga akan bekerja dan memiliki penghasilan sendiri sehingga pengeluaran untuk membiayai anak juga akan berkurang. Ketika utang dan biaya-biaya anak sudah lunas, kamu bakal memiliki arus kas yang lebih fleksibel.

Kelebihan dana yang biasanya digunakan untuk membayar cicilan bisa digunakan untuk memaksimalkan persiapan dana pensiun. Dengan begitu dana yang diinvestasikan akan lebih cepat meningkat.

3. Sederhanakan investasi

Semakin bertambahnya umur, maka kemampuan fisik pun semakin berkurang. Selain itu kemampuan berpikirmu akan berbeda dengan mereka yang masih berada pada usia 20-an.

Bisa jadi kamu semakin kesulitan untuk mengurus produk-produk investasi yang terlalu beragam. Makanya, sebelum menginjak usia 50 tahun, sebaiknya kamu dan pasanganmu mulai menyederhanakan investasi.

Pilihlah produk-produk yang lebih mudah dikontrol dan gak mengharuskanmu mengeluarkan banyak usaha untuk mengelolanya setiap bulan. Jangan lupa, semakin bertambahnya usia biasanya profil risiko seseorang akan semakin mengarah ke profil risiko konservatif.

Properti bisa dijadikan pilihan investasi di hari tua karena risikonya rendah dan harganya terus meningkat (rumah kontrakan/ rumahminimalis)

Cari saja produk-produk investasi yang relatif memiliki risiko lebih rendah agar dana pensiunmu semakin terjamin. Gak usah yang ribet-ribet, kecuali kamu memang sudah paham akan risiko dan peluangnya.

4. Tutup “bank” papa mama

Ketika anakmu sudah memasuki usia mandiri katakan padanya bahwa ini saatnya “bank” Papa Mama tutup. Itu artinya, gak ada lagi deh pengeluaran untuk mendanai kehidupan anakmu.

Jangan salah, gak sedikit lho orangtua yang gak membicarakan hal ini dengan anaknya. Sehingga akhirnya gak ada perjanjian yang jelas mengenai keuangan dengan mereka.

Alhasil orangtua tetap mengeluarkan biaya untuk kebutuhan anaknya walaupun anak tersebut sudah memiliki penghasilan sendiri. Memang gak salah jika orangtua menyayangi anaknya, tetapi jangan lupa bahwa kamu punya kebutuhan yang harus dipenuhi, yaitu pensiun.  

5. Bedakan pensiun dengan berlibur

Banyak orang berharap untuk pindah dari rumah yang ramai ke tempat yang lebih tenang ketika sudah pensiun. Keinginan ini gak menjadi masalah jika memang benar-benar berkomitmen untuk pindah ke tempat yang dimaksudkan.

Beberapa bulan awal memang terasa lebih menyenangkan karena tidak perlu menghadapi kemacetan kota dan mendengar keributan kendaraan yang begitu ramai. Tapi seringnya kebahagiaan itu hanya bertahan beberapa bulan saja.

Setelah itu banyak pasangan yang merasa ternyata lingkungan tersebut terlalu sepi. Akhirnya mereka pindah kembali ke kota untuk dapat pergi berolahraga di pusat kebugaran, berbelanja di mall, dan tempat lainnya.

hipwee-pq5nic44m2nnfmdqovnx
Emang sih pengin nyari tempat tinggal yang sepi. Tapi gak gini juga kaliii (rumah/ duniabola)

Akhirnya ada banyak biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk mengurus biaya perpindahan tersebut. Jika hanya dilakukan untuk beberapa bulan, itu bukanlah pensiun melainkan liburan.

Ingat, ketika sudah pensiun nanti, gak ada lagi kegiatan rutin yang wajib kamu lakukan setiap hari. Jika memilih untuk tinggal di lingkungan yang lebih tenang, pastikan kamu dan pasangan dapat berkomitmen untuk tetap tinggal di tempat tersebut.

Jangan sampai keinginan tersebut terlihat seperti keinginan “pensiun” tapi sebenarnya hanya “liburan”. Ingat baik-baik ya perbedaannya.

6. Pelihara kesehatan

Memelihara kesehatan adalah sebuah keharusan. Selain untuk mendukung masa tua yang lebih sejahtera secara fisik, kamu juga dapat menghemat banyak uang dengan menjaga kesehatan.

Secara umum, dengan menjaga kesehatan, kamu bisa terhindar dari berbagai biaya pengobatan rumah sakit dan obat-obatan yang sangat mahal. Biaya tersebut bukan hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang. Umumnya orang yang menjaga kesehatan sejak muda akan relatif lebih sehat pada masa tuanya.

Pada intinya, gak perlu sungkan untuk bahas enam masalah ini sama pasangan demi masa pensiun yang baik. Kamu pasti mau dong pensiun dengan santai dan makmur.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ajukan Dana Pensiun Sejak Dini Biar Gak Gigit Jari di Hari Tua]

[Baca: Buat Dana Pensiun, Pilih BPJS, DPLK, atau Reksa Dana ya?]

[Baca: Kenali Manfaat Dana Pensiun Biar Hidup Aman Sentosa]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com